by

Setya Novanto Claim Bisa Lunasi Dana USD 7,3 Juta

Titiknews.com – Setya Novanto telah di vonis hakim pemgadilan Tipilor, hakim memutuskan hukuman yang dijatuhi untuk Setya Novanto adalah hukuman penjara selama 15 tahun dan ia juga diwajibkan untuk mengganti atau membayar uang pengganti yang berjumlah USD 7,3 juta. Hakim juga menegaskan jika Setya Novanto tidak dapat membayar uang pengganti tersebut, maka seluruh aset kekayaan yang di miliki Setya Novanto akan di situs oleh Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK). Setya Novanto Claim Bisa Lunasi Dana USD 7,3 Juta.

Namun ketua Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo telah memastikan bahwa Setya Novanto tidak keberatan dan sanggup untuk membayar atau memenuhi dana uang pengganti tersebut. ” Dia sanggup membayar” Ucap Agus Raharjo saat ia menjadi salah satu nara sumber diskusi di sebuah universitas yang berada di Malang, Jumaat malam tadi.

Mantan ketua Dpr tersebut diwajibkan membayar kerugian negara sebesar USD 7,3 juta dengan di kurangi Rp 5 miliar yang telah ia kembalikan terlebih dahulu ke rekening KPK. Hakim Pengadilan Tipikor juga telah mencabut hak politik yang dimiliki Setya Novanto agar tidak dapat menduduki jabatan publik selama 5 tahun yang mulai terhitung sejak dirinya nanti usai menjalani masa pidana.

Dalam kasus korupsi e-KTP ini, Setya Novanto telah di sebut menambah kekayaan pribadi sebesar USD 7,3 juta. Selain memperkaya diri sendiri. Setya Novanto juga telah memperkaya orang-orang lain dan korporasi proyek yang di duga telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 Triliun. Maka atas perbuatan tersebut, Setya Novanto  telah di vonis dengan hukuman 15 tahun penjara di tambah dengan denda Rp 500 juta subsider untuk 3 bulan kurungan.

Berita Terbaru Indonesia Setya Novanto Claim Bisa Lunasi Dana USD 7,3 Juta.

Pada permasalahan ini KPK terus mencari celah untuk terus mengembangkan dan menggungkap kasus besar e-KTP yang dicurigai masih banyak lagi nama-nama yang terlibat dalam kasus e-KTP ini. KPK juga telah menegaskan akan mengusut sampai tuntas permasalahan e-KTP ini.

KPK juga sedang menyelidiki sejumlah daftar nama yang di sebut Setya Novanto dalam proses penyidikan dan persidangan. Tetepi sayangnya tidak banyak bukti yang kuat atas nama-nama yang di sebut  dalam penyedikan tersebut. Dengan salah satu contoh kucuran dana dari Setya Novanto ke DPD Golkar Jawa Tengah. Walaupun dana tidak seberapa, namun KPK akan terus mengusut dan mendalami kasus tersebut.

Sumber : Merdeka.com

News Feed