by

Djarot Akan Ubah Citra Negatif Sumut Soal Korupsi

Titiknews.com – Djarot Saiful Hidayat calon Gubernur Sumetara Utara akan ubah citra negetif yang ada di provonsi tersebut yang sudah sangat terkenal dan sering di kaitkan dengan perilaku koruptif. Djarot Akan Ubah Citra Negatif Sumut Soal Korupsi,

Hal itu di sampai kan langsung oleh Djarot Saiful Hidayat saat di pertanyakan tentang hal dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) dan ada nya dugaan jual beli jabatan yang ada dalam debat Pilgub Sumut di Convention Santika Hotel Medan. (05/05) malam.

Djarot Saiful Hidayat yang juga pernah menjadi gubernur DKI Jakarta tersebut menyatakan bahwa ia akan memperjuangkan pemerintahan yang ada dengan cara memberikan kemudahan dan transparan. Calon Gubernur Sumut tersebut juga berjanji akan mengubah drastis kontasi tentang hal negatif yang meliput provinsi Sumut selama ini.

Djarot yang didukung oleh partai PDI perjuangan dan PPP itu juga berkata “Sumut bukan ‘semua urusan melalui yang tunai’. namun sumut adalah ‘semua urusan mudah dan transaparan’,” sebutnya.

Baca juga : Hasil Survei INES : Prabowo-Gerindra Menang Pemilu.

Djarot mengatakan perlu ada perubahan pikir aparat sipil negera (ASN) dan DPRD untuk memberantas dan meminimalisir praktik pungli dan juga kolusi.

Pengalaman disaat ia menjabat sebagai pemkot kota Blitar dan pemprov DKI Jakarta membuat Djarot lebih optimis dan berjanji akan menerapkan proses anggaran yang telah menggunakan tekhnologi informasi. Djarot Akan Ubah Citra Negatif Sumut Soal Korupsi.

Pasangan nomor 2 tersebut juga telah menyediakan jalur khusus untuk menerima keluhan yang ada dimasyarakat dengan respon yang bereaksi dengan cepat. “Kita menginginkan birokrasi yang akan melayani dengan sepenuh hati” tuturnya.

Disisi lain, Cagub no urut 1 Edy Rahmayadi membantah keras akan citra negatif tersebut. Ia menilai sistem pemerintahan dan birokrasi di Sumut sudah sangat baik dan sudah di jalankan oleh orang-orang pilihan. Edy Rahmayadi juga mengisyaratkan ketersinggungan dengan citra yang negatif di Provinsi Sumut. ” Masyarakat di Sumut masih banyak yang baik-baik,” Tutup nya.

Tentang DPRD, Edy Rahmayadi sendiri didukung oleh partai PAN, Gerindra, PKS, Hanura, Nasdem dan Golkar, ia mengatakan lembaga-lembaga legislatif itu hanya memiliki tiga fungsi saja yakni pengawasan, penganggaran dan legislasi. ” Tidak namanya tugas menerima pungli, jika ada yang menerima pungli, berarti iman orang tersebut tidak beres,” ujarnya.

Sumber : cnnindonesia.com

 

News Feed