by

Trump Batalkan Kesepakatan Nuklir AS dan Iran

Titiknews.com – Presiden AS, Donald Trump, telah nyatakan pembatalan kesepakatan nuklir terhadap Iran yang telah di lakukan pada tahun 2015 silam. Trump menggumkan hal tersebut di Gedung Putih, Selasa (8/5), selain membatalkan kesepakatan masalah nuklir, Trum juga menyatakan akan menjatuhkan sanksi embargo ekonomi kepada Iran untuk mencegah agar Iran tidak membuat bom nuklir. Trump Batalkan Kesepakatan Nuklir AS dan Iran.

“Saya akan mengumumkan bahwa hari ini Amerika Serikat akan menarik kesepakatan nuklir terhadap Iran. Dalam waktu dekat saya akan mentandatangani memorandum kepresidenan untuk memulai sanksi terhadap Iran, Kami akan memulai sanksi ekonomi pada level tertinggi kepada Iran,” Ucap Trump.

Dalam keputusan Trump tersebut akan di yakini bakal membuat sekutu Amerika Serikat kebingungan dan juga akan memberi effect terhadap suplai minyak mentah dunia.

Berita Terbaru Indonesia Indonesia Khawatir, China Pasang Rudal di Laut Selatan

Dalam kesepakatan sebelumnya. Amerika Serikat sudah terlebih dahulu membuat kesepakatan tentang negosiasi untuk mengatasi permasalahan nuklir pada tahun 2015 lalu. Pada saat itu Amerika Serikat dan 5 negara kuat lainnya telah merenggangkan sanksi terhadap Iran. Sebagai imbalan nya, Iran diminta agar mereka menekan program nuklir dari beberapa negera tersebut.

Kemarin Trump telah mencabut kesepakatan yang telah di buat dari masa kepresidenan Barack Obama tersebut. Ia menyebut bahwa kesepakatan yang telah di buat di era Obama itu tidak mengarah dalam persoalan program misil. Aktivitas nuklir  telah melampaui 2025 walaupun terkait konflik Yaman dan Suriah. Trump Batalkan Kesepakatan Nuklir AS dan Iran Batal.

Baca Juga PTUN Telah Sahkan Pembubaran HTI.

Iran sendiri telah menanggapi hal tersebut dan menolak untuk bernegosiasi ulang, bahkan Iran mengancam akan membalas perlakuan dari negara Amerika Serikat tersebut. Walapun secara detail belum bisa diketahui jika Trump telah membatalkan kesepakatan tersebut.

Sanski terbaru yang akan di berikan Amerika Serikat berserta dengan sekutunya tentu akan memberikan dampak yang sulit untuk Iran menjual penghasilan minyak mentah mereka ke luar negri dan termasuk juga dalam kesulitan untuk mengakses perbankan Internasional.

Sumber : cnnindonesia.com

News Feed