by

Penyeludupan Lobster Senilai Rp 2,8 Miliar di Sukabumi

Titiknews.com – Satuan Polisi Polres Sukabumi telah menggagalkan aksi penyeludupan benur atau benih lobster yang bernilai hingga Rp 2,8 miliar. Polisi berhasil menangkap seorang pelaku yang berinisial A atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kapal. Polisi juga telah menyita barang bukti berupa 11.207 benih benur. Penyeludupan Lobster Senilai Rp 2,8 Miliar di Sukabumi.

Kapolres Sukabumi AKPB Nasriadi telah mengungkapkan bahwa pelaku penyeludupan benur tersebut telah tertangkap saat ia sedang melakukan pengangkutan benih benur dari wilayah Ujunggenten, Kec Ciracap, dengan tujuan ke Pelabuhanratu.

Sekitar pukul 21.00 WIB tepatnya di Jalan Raya Perempatan Lampu Merah Pelabuhanratu anggota polisi polair menghentikan sebuah kendaraan minibus dan langsung memeriksa kendaraan tersebut. Petugas menangkap pelaku yang saat itu sedang bertugas sebagai kurir pengantar benih benur. Petugas menyita satu kendaraan Daihatsu Xenia nernomor polisi F 1488 UO.

Didalam kendaraan tersebut polisi mengamankan 57 kantong plastik dengan totalan benih benur berjenis pasir sebanyak kurang lebih 11.192 ekor dan 1 kantong lagi berisi 15 ekor benih benur mutiara.

Baca JugaKim Jong Un dan Trump Akan Bertemu di Singapura.

Benih-benih benur tersebut akan di antarkan pelaku ke dareah Pajangan Cisolok. Atas hal ini potensi kerugian yang dialami negara akibat penyeludupan benih-benih lobster tersebut bisa mencapai Rp 2.802.500.000.

“Kalau benih tersebut sudah sampai di luar negri, maka harga per satu ekor benih tersebut bisa di hargai sampai Rp 250.000 sedang kan untuk benih benur mutiara itu bisa mencapai Rp 300.000 per ekor nya,” sebut Nasriadi.

“Untuk saat ini kita masih kembangkan dan akan menggelar penyidikan yang lebih lanjut serta kita akan mencari pelaku yang lain nya,” tambah Nasriadi. Penyeludupan Lobster Senilai Rp 2,8 Miliar di Sukabumi.

Polres Sukabumi juga sudah sering mengungkap kasus tangkapan laut ilegal tersebut. Hal yang memicu nelayan untuk menangkap benih benur tersebut adalah karena harga jual yang cukup mahal menjadi alasan utama nelayan menangkap benih tersebut. Bahkan jika di ekspor ke negara Vietnam benih-benih tersebut bisa mencapai harga Rp 200.000 – Rp 300.000.

Vietnam berani membeli mahal benih tersebut dikarenakan negara Vietnam tidak memiliki sumber daya benur, tapi Vietnam mempunyai alat yang canggih untuk mengembang biak kan benih-benih lobster tersebut.

Sumber : detik.com

News Feed