by

Akibat Registrasi Kartu, Indosat Rugi Rp 500 M

Titiknews – Indosat memberikan ungkapan bahwa registrasi kartu prabayar membuat penyusutan pelanggan kartu Indosat. Indosat mengungkapkan ada nya kerugian pada kuartal satu sepanjang bulan Januari sampai Maret 2019. Hal ini di ungkapkan langsung oleh Direktur Utama Indosat Joy Wahjudi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Akibat Registrasi Kartu, Indosat Rugi Rp 500 M.

“Akibat aturan registrasi tersebut menyebabkan penurunan kuartal satu 2018,” ucap nya setelah RUPST Indosat kemain.

Kami juga sudah mengantisipasi untuk hal ini, kami sangat proakif dalam mengambil tindakan awal yang harus kami lakukan. Salah satu nya dengan mengubah dari push driven menjadi customer driven. Untuk strategi push driven kami telah menstop 100%.

Pada akhir tahun 2017 pelanggan Indosat tercata menurun dari 110 juta pelanggan menjadi 96,1 juta dalam kuartal 1 tahun 2018. Direktur Utama Indosat tersebut juga menjelaskan bahwa penurunan tersebut salah satu dari efek shifting dari perilaku pelanggan.

Baca Juga Daftar Pantai di Indonesia Yang Paling Populer 2018.

Dia menambahkan bahwa  saat ini hanya berdampak untuk jangka pendek. Nantinya juga efek jangka panjang dan positif akan di terima oleh semua operator termasuk juga industri.

Dengan salah satu cara mengubah perilaku para pelanggan yang biasa membeli kartu perdanan menjadi pelanggan yang membeli voucer isi ulang. Jadi untuk apa mencari 1 giga dengan cara membeli starter pack. Lebih baik langsung membeli voucer

Menurutnya kebijakan yang dibuat pemerintah itu sangat berdampak pada pendapatan Indosat, mulai dari pendapatan data dan juga pendapatan keseluruhan. Pada laporan keuangan Indosat. Akibat registrasi kartu, indosat rugi Rp 500 M sepanjang masa kuartal satu 2018. Hal ini sangat berbanding balik sebelum kebijakan registrasi kartu dimana Indosat pada tahun sebelumnya berhasil mendapatkan laba sebesar Rp 173,9 miliar.

Untuk seluruh pendapatan Indosat sepanjang kuartal satu 2018 mencapai Rp 1,7 triliun. Pendapatan tersebut menurun 21,9% dari total pendapatan keseluruhan pada tahun lalu sebesar 7,289 triliun. Penurunnan ini juga di ikuti dari pendapatan seluler sebesar 27% dari suatu periode yang sama pada tahun kemarin. Turunnya pendapatan dari Rp 6 triliun menjadi Rp 4,4 triliun.

Sumber : cnnindonesia.com

News Feed