by

Tambah Kemiskinan Indonesia, Eropa Boikot Sawit RI

Titiknews.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan telah mengatakan akan segera terbang kembali ke Eropa guna melakukan diplomasi terhadap sawit. Pemerintah Indonesia meminginkan adanya perlakukan yang adil terhadap kelapa sawit yang ada di Indonesia. Tambah Kemiskinan Indonesia, Eropa Boikot Sawit RI.

“Jadi saya telah di perintahkan Presiden untuk segera perke ke Uni Eropa guna melakukan pertemuan yang terkain dengan sawit ini. Kepentingan saya adalah biodoeselnya,” ujar Menko Luhut dalam acara Afternoon Tea, di kantornya.

Luhut juga menuturkan bahwa pada termuan sebelum nya yang di hadiri oleh 20 orang perwakilan. Didalam pertemuan tersebut ia membahas adanya kampanye hitam yang menyerang kelapa sawit Indonesia.

Baca Juga KPK Segera Bongkar Kasus BLBI di Sidang 14 Mei.

“Saya hanya brifieng ke mereka. Kita juga tidak meminta-minta pada mereka. Kita hanya meminta agar ada perlakuan yang adil untuk sawit Indonesia dan tidak ada tindakan diskriminasi. Saya juga menjelaskan bahwa luas kelapa sawit 12 juta hektar itu sudah moratorium,’ sebutnya.

Luhut juga mejelaskan dengan jelas perihal lingkungan hidup, “Saya kalau soala lingkungan, saya sangat care, pemulihan lahan dan juga human right. Kami juga disclosed human right sampai selesai dengan baik”.

Ia juga menambahkan bahwa rakyat Indonesia banyak yang menggantungkan hidup dari kepala sawit. Jika diskiriminasi terhadap sawit Indonesia masih terus berlanjut maka hal ini bisa menambahkan hal kemiskinan yang akan bertambah di Indonesia.

Luhut juga menuturkan bahwa Uni Eropa tidak memahami luas nya perkebunan sawit yang ada di Indonesia. Perkebunan sawit terbesari terdapat di dua provinsi yaitu Kalimantan dan Sumatera. Tambah Kemiskinan Indonesia, Eropa Boikot Sawit RI.

Saya katakan kepada mereka kemiskinan akan terjadi di Kalimantan dan Sumatera. Mereka juga telah paham kalau kita ini bukan Bahana reoublic. Jadi saya bilang pada EU ini bagaimana kalau kalian retailed? Jangan letakan kami di kondisi yang menyulitkan ini. Kami Indonesia mempunyai kelas menengah yang terus berkembang. Nanti akan banyak peluang perkerjaan disana.

“Kami harap 2045 ekonomi kami sudah sangat membaik, jadi kami minta kepada EU untuk membuat kebijakan namun Uni Eropa harus datang ke Indonesia, lihat Indonesia. kita mempunyai power untuk bikin mereka repot. We are not begging you,” tutup nya.

Sumber : liputan6.com

News Feed