by

Irak Gelar Pemilu Pertama Sejak Bebas Dari ISIS

Titiknews.com – Sabtu (12/05) Irak gelar pemilu pertama sejak bebas dari Isis. Rakyat Irak yakin bahwa pemimpin baru nanti bisa membawa ke stabilitas dab kemakmuran perkonomian yang sudah lama dijanji-janjikan.

Dilansir dari kantor berita Reuters, terdapat sejumlah tempat pemungutan suara yang di buka di Ibu Kota Banghdad dan ada juga di sejumlah kota lain. Sekitar 7.000 calon dari 18 provinsi yang akan memperebutkan 329 kursi parlemen di Irak dan seperempat dari 329 itu harus di isi oleh perempuan.

Baca Juga Para Anggota Parlemen Iran Bakar Bendera AS.

“Tentunya saya akan berpartisipasi dalam pemilihan tersebut, namun saya akan menandari ‘x’ pada kertas surat suara saya. Tidak adanya keamanan, tidak ada layanan dan tidak ada perkerjaan. Semua kandidat hanya ingin memuhi isi dompet mereka saja, tujuan mereka bukan untuk menolong rakyat,” ujar seorang pedagan daging yang berusia 61 tahun.

Setidaknya terdapat 3 kandidat yang akan bersaing dalam pemilu kali ini, untuk 3 kandidat tersebut adalah Pertahana Perdana Menteri Haider Al-Abadi, pendahulunya Nuri Al-Mailki dan yang terakhir adalah komandan milisi Syiah Hadi Al-Amiri. Al-Abadi lah yang kabarnya lebih di unggulkan dalam pemilu ini, tapi semua calon memerlukan dukungan Irak.

Iran terus berjuang untuk kembali mendapatkan stabil invasi sejak pimpinan Amerika Serikat (AS) menumbangkan pemimpin Irak Saddam Hussein pada tahun 2013 lalu. Pada saat itu banyak sekali rakyat Iran yang tidak percaya lagi atas politisi mereka.

Siapapun yang akan terpilih menjadi Perdana Menteri nanti, akan menhadapi banyak tantangan pasca perang 3 tahun melawan ISIS yang membuat kerugian negara sekitar US$100 miliar.

Sejak pertempuran dengan ISIS sebagian kota-kota besar di Irak sudah menjadi puing-puing bangunan. Irak memerlukan dana miliaran dolar untuk kembali membangun kota tersebut.

Ketegangan sektarian yang memuncak di Iran pada perang sipil pada tahun 2006-2007 masih membekat dan masih menjadi ancaman bagu keamanan utama Irak. Hingga saat ini 3 etnis utama masih berselisih di Irak, Syiah, Kurdi dan Sunni masih mengalami perselisihan dari beberepa dekade ini.

Untuk saat ini terdapat 2 pendukung utama negara Irak. Pendukung utama Irak adalah Washington dan Teheran, namun untuk saat ini mereka saling bermusuhan sehingga dikhawatirkan mreeka tidak dapat membantu pembangunan Irak. Irak Gelar Pemilu Pertama Sejak Bebas Dari ISIS.

Sumber : cnnindonesia.com

News Feed