by

PBNU : Intel Sangat Lemah, 3 Gereja Surabaya di Bom

Titiknews, Jakarta – Siang tadi PBNU telah mengkritik kinerja dari Intelejen di Indonesia dalam mencegah terjadi nya aksi terorisme di negeri ini. Hari ini terjadi peristiwa sangat tragis di 3 Gereja di Surabaya, 3 Gereja tersebut telah di bom oleh kelompok terorisme di Indonesia ini. Akibat kejadian tersebut banyak korban yang tewas tadi pagi, hal ini juga membuktikan dan menunjukan bahwa lemahnya Intelejen yang ada di Indonesia. PBNU : Intel Sangat Lemah, 3 Gereja Surabaya di Bom.

“Intelejen bukan hanya kecolongan, namun Intelejen di Indonesia saat ini sangat-sangat lah lemah sekali,” ujar Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faosal Zaini saat jumpa pers bersama para tokoh-tokoh lintas agama di Kantor PBNU, Jln Kramat Raya, Jakarta Pusat, siang tadi.

Berita Terbaru IndonesiaGerindra : Negri Mau Aman, Pilih Prabowo Saja.

Lemahnya Intelejen di Indonesia juga ditandai dengan berulangkali nya kejadian teror yang dilakukan oleh para terorisme di Indonesia ini. Kemarin publik sangat dikejutkan dengan kejadian kerusuhan antara narapidana terorisme dengan pihak kepolisian di Markas Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pada peristiwa tersebut setidak nya memakan korban tewas sekitar 6 orang yang 5 diantara nya adalah polisi.

Dan yang terakhir telah terjadi peristiwa tiga Gereja yang di Bom di Surabaya. Bila kita mundur kembali ke tahun-tahun lalu, ada juga peristiwa bom Thamrin di Jakarta yang juga memakan banyak korban, maka hal ini bisa disimpulkan bahwa lemahnya Intelejen di Indonesia.

” Kami (kumpulan tokoh lintas agama) juga telah menyampaikan tuntuntan pada pemerintah dan juga pada aparat. Karena atas kejadian teror yang berulang – ulang ini,” kata Helmy. PBNU : Intel Sangat Lemah, 3 Gereja Surabaya di Bom.

Meskipun kami mengkritik Intelejen Indonesia, namun kami yang hadir disini juga telah sepakat untuk terus mendukung aparat Indonesia untuk terus berusaha mengatasi permasalahan terorisme hingga tuntas, sehingga semua masyarakat di Indonesia ini bisa hidup dengan damai dan tentram.

Kami juga mengingatkan kepada semua masyarakat di Indonesia agar tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi ats masalah ini. “Kami juga telah sepakat untuk membentuk posko-posko kemanusiaan,” tutupnya.

Sumber : detik.com

 

News Feed