by

Netizen Diciduk, Tuduh Bom Surabaya Pengalihan Isu

Titiknews.com – Seorang perempuan berinisial FSA telah diciduk polisi atas cuitan nya dimedia sosial mengenai tragedi serangan bom di Surabaya, ia menuliskan sebuah pernyataan di salah satu sosial media dengan menyebut “kasus serangan bom di surabaya itu hanya pengalihan isu pemerintah”. Atas cuitan tersebut FSA langsung diciduk polisi di sebuah rumah kos, Jl Sungan Mengkuang, Desa Pangkalan Buton, Sukadana. Kayong Utara, Kalimantan Barat. Netizen Diciduk, Tuduh Bom Surabaya Pengalihan Isu.

“Ya benar kami sudah mengamankan yang bersangkutan,” ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Nanang Purnomo. Ketika sedang dimintai konfirmasi dari wartawan, senin (14/05).

Nanang juga mengungkapkan bahwa saat ini FSA masih menjalani pemeriksaan oleh petugas dan untuk kasus nya ini akan di tindak lanjutkan oleh penyedik Polres Kayong Utara.

“Hingga saat ini FSA masih dalam pemerikasaan. Kasusnya akan ditangani langsung oleh Polda Kalbar,” kata Nanang.

FSA diciduk polisi pada hari minggu kemarin minggu, tepatnya pada pukul 16:00 waktu setempat. FSA diciduk oleh personel Satuan Reskrim Polres Kayong Utara. Dalam akun sosial media Facebook nya, FSA menuliskan status analisisnya, yakni tragedi bom Surabaya adalah rekayasa pemerintah.

“Sekali mendayung 2-3 pulau terlampoi. Sekali ngebom : 1. nama Islam dibuat tercoreng, 2. Dana trilyunan anti teror cair, 3. Isu 2019 ganti Presiden tenggelam. Sadus lu boong.. Rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu..!!” Sebut FSA dalam akun Facebook pribadinya.

FSA juga telah membuat status di Facebook nya, ia menyebut bahwa tragedi di Surabaya adalah drama yang di buat polisi agar anggaran Densus 88 Antiteror bisa di tambah.

Baca Juga Densus 88 Tembak Mati 4 Orang Teroris di Cianjur.

Bukan hanya status itu saja, FSA juga menulis sebuah status yang berisi “Bukanya terorisnya sudah di pindah ke NK,? Wah ini pasti program mau minta tambahan dana anti teror lagi nih? Sialan banget sih sampai ngorbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin drama ke dua,” tulis nya. Netizen Diciduk, Tuduh Bom Surabaya Pengalihan Isu.

Polisi mengamankan 1 buah hanphone Samsung J3 sebagai barang bukti. FSA terancam terjerat pasal 28 ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Elektronik. “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan sebuah informasi yang telah ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan antar individu masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, tas dan antar golongan,” tutup Nanang.

Sumber : Detik.com

News Feed