by

Karyawan BUMN Disebut Jadi Pemodal Terduga Teroris

Titiknews, Palembang – Telah dikabarkan bahwa seorang Karyawan BUMN Disebut Jadi Pemodal Terduga Teroris yang di tangkap di Palembang kemarin. Mereka terduga teroris tersebut berinisial AA (39) dan HK (38).

Rencana nya terduga teroris tersebut akan menyerang Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Namun rencana mereka gagal setelah polisi sudah mengambil alih kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob kemarin.

Baca juga Tuduh Pro Teroris, Gerindra Polisikan 11 Akun Medsos

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan bahwa nama dari karyawan BUMN telah di sebut kan oleh kedua terduga teroris AA dan HK yang ditangkap oleh tim Antiteror Densus 88 di kawasan Pasar KM 5 Palembang.

Pemodal tersebut disebut berkerja di salah satu perusahaan mikik negara di kota Pekan Baru, Riau. “Mereka mengakunya telah dimodali oleh orang yang berkerja di perusahaan BUMN guna ikut menyerang ke markas Mako Brimob, namun untuk pernyataan tersebut masih kami telusuri,” kata Zulkarnain.

Mesikupun telah keluar nama baru. Zulkarnain menyebut tidak dapat langung mengambil kesimpulan dan keputusan. Kita harus menemukan bukti transfer uang atau pun hal yang lain nya. Karyawan BUMN Disebut Jadi Pemodal Terduga Teroris.

Dia mengatakan disaat penangkapan kedua terduga teroris ini, petugas Kepolisian tidak menemukan barang bukti seperti bom ataupun alat lain untuk melakukan penyerangan. Namun mereka berdua telah memberikan keterangan bahwa mereka berangkat ke Mako Brimob untuk melakukan amaliah yaitu penyerangan.

“Untuk saat ini kami juga tidak dapat menyebutkan nama Karyawan BUMN tersebut. Pertama harus ada fakta hukum terlebih dahulu, misalkan bukti transfer. Kalau hanya menyebutkan nama itu bisa saja bohong, jadi kita jangan zalim dulu,” sebut nya.

Zulkarnain juga menyebutkan terdapat 7 terduga teroris yang hendak ikut menyerang Mako Brimob, namun untuk saat ini baru mereka berdua saja AA dan HK yang tertangkap. Sedangkan untuk kelima terduga teroris yang lain nya masih di kembangkan oleh Kepolisian dan Densus 88.

Mereka terduga teroris ini adalah komplotan-komplotan dari teroris yang sedang bangun tidur usai lama tertidur. “Mereka berdua juga tidak mengetahui kemanan lima orang yang lari tersebut. Kita juga masih memantau apakah kelima orang tersebut ada di kawasan Sumsel atau di luar Sumsel.

Sumber : kompas.com

News Feed