by

Tuduh Pro Teroris, Gerindra Polisikan 11 Akun Medsos

Titiknews.com – Tuduh Pro Teroris, Gerindra Polisikan 11 Akun Medsos. untuk 11 akun medsos tersebut terdiri dari 10 akun Facebook dan 1 akun Twitter. Para pemilik akun tersebut dilaporkan karena telah menuding Partai Gerindra adalah Partai yang mendukung aksi terorisme hingga menolak disahkan nya RUU Tindak Pidana Terorisme.

“Kami menyampaikan laporan terkait kasus tidak pidana akun-akun yang telah memfitnah partai kami sebagai partai yang pro dengan teroris” ujar Ketua Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya Partai Gerindra Habiburokhman di Bareskrim Polri, gedung KPP, Jalan Medeka Timur, Jakarta Pusat, kemarin (15/05)

Baca juga Netizen Diciduk, Tuduh Bom Surabaya Pengalihan Isu

Ia mengatakan terdapat 11 akun medos yang menggungah sebuah sebuah cuitan yang mengakibatkan tercorengnya nama baik Partai Gerindra. Apalagi ketua umum Gerindra Prabowo Subianto yang merupakan eks Kopassus yang juga bertugas untuk penanggulangan terorisme.

“Sebagai partai yang mempunyai nilai-nilai kebangsaan, Partai Gerindra mau dituduh menjadi Partai yang menudukung terorisme? come on, lota semua tahu Pak Prabowo itu siapa, benar tidak? Pak Prabowo itu adalah orang paling depan yang dari dahulu yang melawan terorisme. Ingat kasus pembebasan sandera yang ada di Papua? Itu yang pimpin pembebasan tersebut adalah Pak Prabowo. Ia juga sampai-sampai bersikap layaknya prajurit, karena ia meresa prajurit ya tetap prajurt. Tentu nilai patriotisme nya tidak akan pudar,” sambung Habiburokhman.

Ia juga mengatakan bahwa Gerindra sama sekali tidak menolak disahkan nya RUU Antiterorisme. Namun melainkan Gerindra ingin pasal-pasal krusial bisa dibahas terlebih dahulu agar tidak menjadi pasal karet. Untuk Pasal tersebut ia lah Pasal 43-A yang disebut sebagai Pasal Guantanamo atau Pasal 13-A yang dinilai menghambat kebebasan dalam ekspresi. Tuduh Pro Teroris, Gerindra Polisikan 11 Akun Medsos.

Ke-11 Akun yang di polisikan Gerindra antara lain Lambe Nyiyir, Katakita, Teras Hosang, Amrit Punjabi, Nyoman Suadanan Santra, Yusuf Muhammad, Sudirman Kadir, Herlina Butar-butar, Hilmy Rijaalul Ghod dan Derek Manangka.

Untuk laporan tersebut sudah diterima oleh Bareskrim dengan LP/B/640/V/2018/Bareskrim/tanggal 15 Mei 2018. Sebelas akun tersebut telah di tuding melakukan pelanggaran tindak pidanan ujaran kebencian sebagaimana telah tertera di UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE Pasal 28 ayat2.

Sumber : detik.com

News Feed