by

KPK Periksa 55 Saksi Terkait Kasus Proyek Pelindo II

Titiknews, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini masih menyelidiki kasus dugaan pidana korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo ll pada tahun 2010 lalu. Pada kasus ini menyeret tersangka dengan atas nama RJ Lino. KPK Periksa 55 Saksi Terkait Kasus Proyek Pelindo II.

“Hingga saat ini KPK masih menjalani penyidikan,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta (17/05).

Baca Juga Berikut Pembelaan SBY Saat Disindir Jokowi

Febri menjelaskan bahwa putusan Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur yang telah menolak gugatan praperadilan yang telah diajukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada KPK atas penyidikan kasu dari RJ Lino.

Febri juga mengatakan sesuai dengan UU No 30 Tahun 2002 pasal 40 yang menyebutkan bahwa KPK tidak berhak mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan dan penutupan. Ia juga telah membeberkan beberapa saksi yang masih di periksa oleh petugas sebagai bukti dari kasus yang masih berjalan ini.

Dia juga sangat mengapresiasi upaya dari MAKI yang ikut serta dalam mengikitu kasus Pelindo II ini. Ia juga telah memastikan bahwa KPK saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti yang kuat agar bisa menjadi dasar KPK untuk menaikan status dari kasus dugaan korupsi tersebut.

Sebelumnya MAKI telah mengajukan praperadilan atas kasus Pelindo II ini dengan tersangka RJ Lino yang dianggap sudah mandek selama dua tahun. MAKI sendiri memakai temuan dan analisi dari ahli aditor tentang kerugian dari keuangan negara yang disbabkan oleh kasus dugaan korupsi pengadaan 3 Quay Container Crane (QCC) tahun 2010 lalu.

MAKI menjelaskan bahwa penyidikan yang dilakukan oleh pihak KPK itu sudah selesai. MAKI menganggap perkara tersebut harus segera di limpahkan pada Jaksa Penuntut Umum KPK. Namun sayang nya pada sidang akhir. Hakim menolak praperadilan dari MAKI tersebut.

Didalam kasus dugaan korupsi di Pelindo II  ini, RJ Lino didiga telah melakukan penunjukan langsung dari perusahaan penggarao proyek pengadaan 3 buah QCC pada tahun 2010 lalu, PT Wuxi Hua Dong Heavy Mechinery, LTD (HDHM).

Melalui memo RJ Lino menuliskan sebuah intruksi “GO FOR TWINLIFT” pada nota Dinas Direktur Operasi dan Tekhnik Ferialdy Norlan Nomor : PR.100/1/16/BP-10 tanggal 12 Maret 2010. KPK Periksa 55 Saksi Terkait Kasus Proyek Pelindo II.

Dalam kasus ini Lino diduga telah memerintahkan kepala Biro Pengadaan untu mengubah peraturan dari pengadaan tersebut. Awalnya untuk perusahaan luar negri tidak dapat mengikuti lelang. Namun setelah diubah, HDHM yang berasal dari negri China dimungkinkan telah mengikuti proses tersebut.

Sumber : cnnindonesia.com

News Feed