by

Sandiaga : Sampah DKI Bisa Tutupi Candi Borobudur

Titiknews, Jakarta – Wakil Guber DKI Jakarta Sandiaga Uno sebut volume sampah yang ada di DKI Jakarta saat ini bisa mencapai 7.100 ton perhari atau juga setera dengan denga 50 kilometer persegi. Sandiaga : Sampah DKI Bisa Tutupi Candi Borobudur.

Dan menurut Sandi jumlah sampah tersebut akan terus bertambah disaat Ramadan ini.

Baca Juga Prabowo : Harikitnas, Jangan Pilih Pemimpin Karna Paket Sembako

“Jadi tumpukan-tumpukan sampah ini bisa menutupu Candi Borobudur, dan ternyata saat memasuki bulan ramadan malah sampah meningkat sebanyak 10 persen,” ujar Sandi saat memberikan sambutan pada acara pencanangan Intermediate Treatment Facility di Sunter Jakarta Utara, Minggu (20/05).

Karena hal itu Sandi mengatakan pentingnya membangun fasilitas pengolahan sampah dalam kota di Sunter, Jakarta Utara. Selama ini semua sampah di Jakarta masih dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Namun dari keseluruhan sampah tersebut, hanya 7% dari total 7.100 ton sampah yang dapat diolah. Sandi pun khawatir nanti nya Bantar Gebang sudah tak mampu lagi menampung sampah-sampah dari Jakarta.

Untuk hal tersebut sandi mengatakan dengan ITF Sunter ini bisa kurangi volume waktu sampah yang kita hadapi. Jika kita ke Bantar Gebang ini sangat menakutkan dan harus kita ketahui juga bahwa tempat tersebut tidak berkelanjutan. Proyek pembangunan ITF Sunter ini akan digarap langsung oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta yakni PT Jakarta Propertindo dengan perusahaan lain asal Finlandia Forturn Power and Heat Oy. Sandiaga : Sampah DKI Bisa Tutupi Candi Borobudur.

Sandi menclaim bahwa pengembangan ITF Sunter ini sudah berdasarkan standari dari negara-negara Eropa. Nanti fasilitas pengelolah sampah ini mampu mengolah sekaligus 2.200 ton sampah perharinya dan hal itu akan menghasilkan listirk sebesar 35 megawatt.

Untuk pembangunan ITF Sunter ini akan dibiayai oleh Internasional Finance Coorporation (IFC) yang merupakan kelompok dari World Bank. “Alhamdullilah kami sduah mendapatkan komitmen dari World Bank melalui IFC dan pendanaan baik dan juga konvensional,” ujar Sandi.

“Kita lihat ini sunguh-sunguh akan menghasilkan 7.000 lapangan kerja yang baru,” tutupnya.

Sumber : cnnindonesia.com

News Feed