by

Gerindra : Gak Jadi Pilpres Kali, Kalau Rupiah 14.500

Titiknews.com – Sampai saat ini elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang mencalonkan diri sebagai capres pada Pilpres 2019 selalu berada di bawah Jokowi, hal ini dilihat dari bedasarkan dari beberapa hasil suervei. Gerindra : Gak Jadi Pilpres Kali, Kalau Rupiah 14.500.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menilai hasi dari surver lembaga-lembaga surver yang telah menunjutkan elektabilitas Jokowi yang telah mengungguli Prabowo itu sudah ketinggalan zaman.

Baca Juga Prabowo : Harikitnas, Jangan Pilih Pemimpin Karna Paket Sembako

“Saya melihat survei-survei tersebut sudah ketinggalan zaman,” sebut Ferry saat menjadi narasumber dalam rilis hasil survei Charta Politika di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/05).

Dia mengunggkapkan bahwa pihak nya tidak bertolak pada survei-survei yang telah di hasilkan oleh beberapa lembaga survei tersebut. Ferry mengatakan bahwa pihak nya saat ini lebih mengacuh kepada survei yang dilakukan oleh kalangan-kalangan internal dari Gerindra.

“Kita mempunyai survei internal,” Katanya.

Ferry juga menjelaskan bahwa partainya saat ini mengacu pada big data yang telah kita kantongi. Untuk big data tersebut sudah kita dapatkan dari analisis terhadap perilaku pemilih di Indonesia.

Big data itu adalah hasil analisis dari perilaku pemilih yang meperlihatkan bahwa kenaikan elektabilitas Prabowo, meskipun kenaikan nya tidak dratis, namun kenaikan tersebut terus meningkat, berbeda dengan Jokosi yang berbanding elektabilitas nya yang turun dengan tajam.

Ferry juga menyebut bahwa turunnya elektabilitas Jokowi itu salah satu nya dikarenakan oleh nilai tukar dari rupiah terhadap dollar yang terus meningkat.

“Gerindra : Gak Jadi Pilpres Kali, Kalau Rupiah 14.500,” ujar Ferry.

Sebelum nya beberapa lembaga-lembaga survei telah merilis hasil survei dari elektabilitas Prabowo dan Jokowi, namun hasil dari survei-survei tersebut masih mengunggulkan elektabilitas Jokowi yang lebih mengungguli Prabowo.

Salah satu lembaga survei tersebut diantara nya Litbang Kompas. Menurut survei tersebut, elektabilitas Jokowi masih menempati angka 55,9%. Sedangkan untuk elektabilitas Prabowo berada pada angka 14,1%, pada survei terbaru ini.

Selain itu masih banyak lagi lembaga-lembaga survei yang telah merilis hasil dari elektabilitas Prabowo dan Jokowi, seperti Survei Cyrus Network dan Indikator Politik Indonesia.

Sumber : detik.com

News Feed