by

Fadli Zon : Jangan Jadikan KSP Sarang Bagi Timses

Titiknews.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon telah menuding Kantor Staf Kepresidenan (KSP) telah merekrut  orang-prang yang berada dalam lingkaran timses maupun juga para calon timses di Pemilu 2019 nanti. Serperti contoh politikus Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo. Ali diminta untuk menjadu juru bicara bagu pemerintah di bidang politik. Fadli Zon : Jangan Jadikan KSP Sarang Bagi Timses.

“Saya nggak nuduh, namunkan sudah jelas sekali siapa saja orang-orang yang telah di rekrut, itu kan orang-orang yang mempunyai afiliasi dekat dengan kerelawanan atau timses maupun calon timses. Jangan dijadikan sarang bagi timses KSP itu, karena KPS itu dibiayai oleh APBN,” ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan (23/05).

Baca Juga Partai Gerindra, PD, PKS, dan PAN Siap Lawan Jokowi

Fadli juga menjelaskan bahwa ia melihat pembahasan ataupun pertemuan di KSP ini hanya fokus unutk memenangankan Jokowi di Pilpres 2019 saja.

“Kalau jadi sarang timses itu kan bisa terjadi abuse of power. Kita juga kan pasti mendengan desas-desus dari sering kalinya pertemuan itu, jadi itu bukan urusan negara, melainkan urusan bagaimanan memenangkan lagi calon Presiden pada tahun 2019 nanti,” sebut Fadli.

Menurutnya peran dari KSP ini juga sangat keblablasan di bandingkan dengan lembaga-lembaga lain dan juga bukan dari kementerian, walaupun KSP ini dibentuk dari Peraturan Presiden (Perpres) Tahun 2015, tapi harus nya Perpres tersebut harus ada payung undang-undang nya.

Politikus Golkar Ali Mochtar Ngabalin telah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai juru bicara pemerintah di bidang polit. Namun dulu Ali sempat menjadi bagian dari tim pemenangan politik Prabowo Subianto – Hatta Rajasa di Pilpres 2014 lalu.

Fadli pun menanggapi hal tersebut, ia mengatakan bahwa Ali merupakan kerabatnya dan hal yang biasa jika nanti nya kita berbeda pendapat. Fadli Zon : Jangan Jadikan KSP Sarang Bagi Timses.

“Dia Pak Ali itu adalah kawan saya dari dulu, saya ngak ada urusan dengan orang per orang, yang saya urus adalah kebijakan-kebijakan yang dibuat, jadi jika nanti ada perbedaan pendapat dan berdebat maka itu hal yang biasa saja,” tutup Fadli.

Sumber : liputan6.com

News Feed