by

Fahri Hamzah Ditolak Ceramah di UGM

Titiknews.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ditolak ceramah di UGM, sebelumna ia direncanakan akan mengisi ceramah dan dialog sesudah terawih di masjid kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Fahri Hamzah mengatakan gagal nya ia mengisi ceramah tersebut karena takmir masjid mendapatkan tekanan dari pihak luar.

“Saya sudah dikontak oleh takmir masjid, ia menjelaskan bahwa rektor ditekan oleh para pejabat atas. Agar saya nggak boleh ceraman di masjid UGM,” ujar Fahri.

Baca juga Fadli Zon : Ketimbang Tambah THR PNS, Mending Beri Tunjangan Honorer

“Sebenarnya masih banyak alasan yang sampai pada saya, tapi intinya saya nggak boleh ceramah disana. Takmir bilang terpaksa, karena ada rasa takut yang tinggi akibat tekanan dari luar tersebut,” tambah nya.

Fahri juga menyebut bahwa takmir menyesalkan batalnya ia berceramah di masjik kampus, padahal, menurutnya, nama Fahri sudah disosialisasikan sejak jauh hari. Fahri Hamzah Ditolak Ceramah di UGM.

Fahri juga sudah sempat bertemu dan berbincang santai dengan masasiswa-mahasiswa UGM. Lalu para mahasiswa mengatakan Rektor UGM Panun Mulyono tidak mau membuat larangan terturlis.

Sebelumnya telah terdengar kabar bahwa UGM telah memutuskan untuk mencoret nama Fahri Hamzah dari penceramah terawih yang sebelumnya telah direncanakan pada hari Selasa lalu. Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani, menjelaskan bahwa ada pro-kontra di kalangan masyarakat. Selain Fahri ada juga dua nama penceramah lain yang dicoret, untuk kedua nama tersebut antara lain Ismail Yusanto, yang merupakan mantan dari jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Novriadi, yang berprofesi sebagai dosen internal UGM.

Iva juga menjelaskan bahwa keputusan yang telah di ambil UGM ini atas inisiatif dari pimpinan rektorat yang merespons situasi terkini. Keputusan tersebut bukan dari tekanan pihak luar, apalagi desakan pemerintah. Keputusan ini dilakukan guna menghindari pro-kontra di tengah masyarakat saat ini.

“Tidak benar sama sekali, tidak pernah ada desakan dari istana, kementerian, dan dari manapun itu, tidak ada,” tutup Iva saat di hubungi wartawan, Kamis (24/05).

Sumber : detik.com

News Feed